Advertiser

Jamaah : Travel Haji dan Umroh

Berikut dokumentasi perjalanan umroh dan haji yang telah terselenggara selama tahun 2012






Klik gambar untuk memperbesar

Contact Us : Travel Haji dan Umroh

Tim Management



Ainur Rofik Mabrur.SH.
Direktur


HJ. YATI SARIWATI
Komisaris





SEKILAS TENTANG PERUSAHAAN

LEGALITAS PERUSAHAAN P.T. SWEET CASH NTERNATIONAL
Didirikan di Jakarta dengan Akta

Notaris Rosita Rianauli Sianipar SH, Mkn
Nomor : 101 Tanggal 19 Oktober 2011.

  • SK. Pengesahan Badan Hukum Perseroan PT. Sweet Cash International dan Mentri Hukum & Ham RI. No : AHU - 55879 - AH.01.01. Tahun 2011 Tanggal 16 November 2011
  • NPWP : 31.444.510.7-064.000
  • SK Domisili Perusahaan dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. No : 743/1.82427/2011 Tanggal 29 Desember 2012.
  • SIUP : 05796-04PM1.824.271 tanggal 17 January 2011
  • TDP : 09.03.1.46.74596 Tanggal 20 January 2011
  • No. 23 Tgl 09 Agustus 2012. Akta penyimpanan surat P.T. Sweet Cash International
  • No. 24 Tgl 09 Agustus 2012. Akta penjualan dan pembelian saham P.T. Sweet Cash International
  • No. 25 Tgl 09 Agustus 2012. Akta pernyataan keputusan rapat P.T. Sweet Cash International
  • SK : Penerimaan Pemberitahuan Perubahan data perseroan P.T. Sweet Cash International No : AHU-AH. 01.10-28004

DATA BANK P.T. SWEET CASH INTERNATIONAL:

BANK MUAMALAT CABANG PANGLIMA POLIM JAKSEL
IDR (RUPIAH) No. Rek. : 000-129-68-64
A/n P.T. Sweet Cash International

BANK MANDIRI CABANG WOLTER MONGINSIDI JAKSEL
IDR (RUPIAH) : 126-000-6244-22-1
A/n : P.T. Sweet Cash International 





Pembimbing,
Ust. H. Sholihin Sani, BSc, S.Pd.I
Kho Guan Siong) Ketua Mubaligh PITI
PEMBINA IMAN TAUHID ISLAM
0815 1311 6371

Download Gratis Pengunjung Blog Kami

Dapatkan beberapa ebook ekslusif secara gratis dari kami sebagai rasa terima kasih kami karena anda telah berkunjung di blog kami yang sederhana ini. Ebook-ebook tersebut adalah :

"7 Keajaiban Rezeki"




THE POWER OF PRETENDING CARA ASYIK MERAIH MIMPI


Puluhan ebook :
RINGKASAN SHAHIH BUKHARI
4 TIPS SHALAT KHUSYU
JAWABAN TELAK: KENAPA BABI HARAM?
Bagaimana Cara Rasul Mendidik Sahabat
BUKTI ALLAH ITU ADA
MAKNA KATA "KAMI" DALAM QUR'AN
SEHARI DI KEDIAMAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW
CARA / ADAB BERDOA AGAR MUSTAJA
LA TAHZAN, JANGAN BERSEDIH
NAMA-NAMA ISLAMY & NAMA-NAMA yg DILARANG untuk ANAK
KENAPA HARUS SUJUD & HADAP KIBLAT?
MENG-INGAT AKHERAT
SERI TAFAKUR: KEAJAIBAN SIFAT BUMI
RAMUAN HERBAL NABI
SOFTWARE ISLAM UNTUK KOMPUTER
BELAJAR TAJWID, AUDIO & VISUAL
Dan Masih banYak Lagi
 
 
 
 
 
 
 
      

SILAHKAN MASUKAN NAMA DAN EMAIL UTAMA ANDA


Masukan Nama & Email Utama Anda
Nama:
Email:
Privacy Anda Aman, Saya Tidak Menyukai Spam

Pengantar

Definisi Haji:

Hukum dan Dalilnya: Ibadat Haji difardhukan sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam, sama ada lelaki atau perempuan.

Dalil dari al-Quran:

Firman Allah s.w.t: Yang bermaksud: Dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu sampai kepadanya dan sesiapa yang kufur (ingkarkan kewajipan ibadat Haji itu), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk.
Allah s.w.t telah memfardhukan ibadat Haji pada tahun kesembilan hijrah dan Nabi  Muhammad s.a.w tidak pernah mengerjakan ibadat Haji kecuali Haji Wida'.

Dalil dari hadis:

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Islam dibina atas lima rukun." Baginda s.a.w. menyebut di antaranya ialah ibadat Haji. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Tidak ada ganjaran bagi Ibadat Haji yang mabrur kecuali Syurga." Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Sesiapa yang mengerjakan ibadat Haji dan tidak sekali-kali menyetubuhi isterinya juga tidak melakukan maksiat nescaya dia kembali suci bersih sebagaimana hari dia dilahirkan." Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Wahai umatku semua, sesungguhnya Allah s.w.t. memfardhukan ibadat haji kepada kamu, oleh itu kamu hendaklah mengerjakan ibadat haji." Lalu seorang lelaki bertanya Baginda s.a.w.: "Adakah wajib dikerjakan pada setiap tahun, wahai Rasullullah?" Rasulullah s.a.w. hanya diam sehinggalah lelaki tersebut bertanya kali ketiga lantas Baginda s.a.w. menjawab: "Jika aku katakan ya, nescaya kamu wajib mengerjakan pada setiap tahun, oleh itu kerjakanlah ibadat haji ketika kamu berkemampuan."

Semua imam-imam bersependapat bahawa ibadat Haji adalah fardhu, malah ia adalah rukun Islam kelima dan ia juga fardhu yang perlu dikerjakan secepat mungkin.

Fardu:

Pekerjaan Haji yang mesti dikerjakan dan ia adalah penentu bagi ibadat Haji sama ada sah atau tidak serta tidak wajib membayar Dam apabila meninggalkannya. Fardhu juga dikira sebagai rukun dan syarat. Semua Mazhab bersependapat tentang perkara fardhu dan wajib dalam Haji. Pekerjaan Haji yang mesti dikerjakan malah batal Haji jika meninggalkannya. Fardhu juga dikira sebagai rukun Haji.

Perkara-perkara fardu di dalam Haji terdiri dari empat perkara iaitu:
1- Berihram.
2- Wuquf di Arafah.
3- Tawaf Ifadhah.
4- Bersaie di antara Safa dan Marwah.

Semua Mazhab bersependapat tentang perkara fardhu dan wajib dalam Haji.

Perkara-perkara wajib didalam Haji:
Wajib: Pekerjaan Haji yang mesti dikerjakan serta wajib membayar Dam jika meninggalnya.

Perkara-perkara wajib di dalam Haji terdiri dari empat perkara iaitu:
1- Berihram dari Miqat.
2- Wuquf di Arafah.
3- Bermalam di Muzdalifah.
4- Bermalam di Mina.
5- Bercukur atau bergunting rambut dan bercukur adalah afdhal.
6- Melontar setiap Jamrah.
7- Tawaf Wida'

Semua Mazhab bersependapat tentang perkara fardhu dan wajib dalam Haji.

Perkara-perkara sunat didalam Haji:
Perkara yang digalak mengerjakannya. Orang yang mengerjakannya akan diganjarkan dengan pahala dan orang yang meninggalkannya tidak akan dibalas seksa. Sunat, mandub, mustahab dan tatawwu' ialah: Beberapa perkataan yang mempunyai pengertian sama.

Perkara-perkara sunat di dalam Haji iaitu:
1- Mandi sunat Ihram.
2- Bertalbiah.
3- Melakukan Tawaf Qudum bagi bagi orang yang mengerjakan Haji Ifrad dan Haji Qiran.
4- Bermalam di Mina pada malam Arafah.
5- Berlari-lari anak dan sopan-santun ketika melakukan Tawaf Qudum.

Wassalamu'alaikum wr. wb

Kisah : Berangkat Haji Berkat Sedekah

Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi.’

Pendiri Daarul Qurían Internasional School, Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf Mansyur berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji. Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.

”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala kuwata illah billah,” ujarnya. Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijinkannya berhaji.

Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini. Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.

Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan diri nya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan. Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.

Namun ia lebih sedih lagi lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakuun ini sempat pesimis dirinya tak kan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.

Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.

”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja. Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada dibalik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi diluar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.

Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujarnya. Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

Tentang Haji * Paket Haji Khusus * Hikmah Haji * Rukun Haji * Manasik Haji * Biaya Haji * Tata Cara Haji * Haji 2011 * Travel Haji Tentang Umrah * Paket umrah * Travel Umrah * Ibadah Umrah

Kisah Nyata

Bila Tekad Sudah Bulat, Allah SWT Permudah Niatnya Menunaikan Haji
 
Subuh menjelang suatu hari di Tanah Suci Makkah pada 2001. Di depan Ka’bah, jamaah umroh bersimpuh dengan sabar dan berdoa. Semua jamaah menunggu waktu shalat subuh. Tiba-tiba seorang sahabat, seorang direktur keuangan perusahaan bumbu masak asal Jepang dari Surabaya, berbisik. “Saya yakin, insya Allah Pak Mitra balik ke sini untuk berhaji.”

Dia lantas membuka buku doa tawaf, kalau tak salah di putaran ketujuh . “Lihat nih,” tunjuknya. “Ini doa, diijabah Allah.” Artinya, “Ya Allah yang Mahaperkasa, berilah kami rezeki yang halal untuk kembali ke rumah-Mu.” Sebagai Muslim beriman, Mitra percaya doa itu, yang kemudian dia aminkan harapan sahabatnya. Walaupun, menurut pikirannya, masalah dana berhaji plus sungguh mustahil didapatkannya untuk kembali ke Tanah Suci.

Sahabatnya itu selalu mengajaknya beribadah di waktu luang. Makanya, dia pun bisa mengumrahkan almarhum ayah, kakek, dan neneknya. Dengan mengendarai taksi, Mitra dan sahabatnya itu ke miqat di Tan’im atau Ji’rona untuk berihram dan kembali ke Masjidil Haram.

Dengan sesama rekan kameraman TV Nurjaman, dia juga pernah berniat mencium Hajar Aswad. Rupanya, pada pukul 03.00 dini hari, jamaah masih penuh membeludak. Namun, dengan sabar, mereka berhasil menjalankan niatnya.

Mitra Alamsyah berumrah pada Desember 2001, bertepatan Ramadhan 1422 hijriah. Umrah itu diikuti oleh rombongan sembilan kru televisi nasional yang diundang ke Tanah Suci. Biaya umroh saat itu dari biro perjalanan tersebut sangat tinggi menurut ukurannya.

Undangan itu untuk tugas meliput peresmian Hotel Intercontinental Dar El Tawhid. Namun, saat di Jeddah, kamera mereka disita aparat Arab Saudi, kecuali dari rekan televisi swasta. “Kami pun tak bisa meliput. Akhirnya, pengundang menyewa satu kamera yang dipakai bergantian. Bila wawancara, mikrofon yang on ke narasumber hanya satu, tapi yang terlihat ada 10 mikrofon TV Indonesia,” kenangnya.

Saat kembali ke tanah air, mereka terkendala pengambilan kamera yang disimpan para petugas Arab Saudi di kantor pusatnya. Kepulangan pun tertunda. Staf lokal akhirnya membantu untuk negosiasi pengembalian kamera tersebut. Soalnya, sembilan kameramen mengancam tidak akan pulang ke Tanah Air tanpa kamera. Alhamdulillah, katanya, esoknya setelah boarding pass ditunjukkan, pihak berwajib menjanjikan pengembalian kamera. Itu pun baru dilakukan setelah rombongan naik ke pesawat.

Niat untuk berhaji selalu mewarnai hatinya. Dia dan istrinya lalu mendaftarkan diri untuk ke Tanah Suci. Saat menanyakan biayanya ke biro perjalanan haji, dia sungguh kaget. Biaya yang ditawarkan sekitar 8.500 dolar AS. Ada paket Perdana Tour yang nilainya 5.500-8.000 dolar AS.

Karena bertekad haji, dia meminta diskon dan dikabulkan dengan nilai 10 ribu dolar AS untuk berdua. “Uang muka saya bayar 1.000 dolar AS. Sisanya diangsur sampai Desember 2003. Cuma, saya bingung bagaimana melunasi 10 ribu dolar AS, padahal penghasilan waktu itu, ya pas-pasan saja.”

Allah Maha Pemurah - Allah Maha Besar. Rezekinya mengalir seperti tak henti. Dana perjalanan ke daerah dikumpulkannya, juga uang bonus dan tunjangan lain-lain. Ongkos Naik Haji (ONH) lunas pada Oktober 2003. “Saya siap mental ke tanah suci, menjalankan rukun Islam kelima Februari 2004. Akhirnya, setelah tiga tahun dari umrah itu, doa dan harapan sahabat asal Surabaya itu makbul.”

Sebelum berangkat, seorang ustaz memberi tausyiah. “Pak perbarui niatnya ke tanah suci itu untuk apa.” Mendengarnya, dia pun terkesima. Dia mempertanyakan dirinya, apa benar niatnya itu karena Allah atau yang lain. Makanya, dia pun memperbaiki niatnya berhaji.

Adapula iming-iming dari manajemen kantor untuk menanggung ongkos haji bila dia ikut bertugas meliput. Bila dia setuju, uang 5.000 dolar AS bisa dihematnya dan tentu ada uang saku pula. Memang menggiurkan, tapi dia menampik tawaran itu.

Meskipun sebagai wartawan, dia tetap membawa handycam untuk dokumentasi pribadi.
Selama di sana, ada berbagai peristiwa yang mengagetkan. Ada tabrakan masal antarjamaah di area pelemparan jumroh pada 1 Februari 2004 sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Arab News menulis, 251 orang tewas terinjak-injak di lantai dua Jamarat. Tabrakan selama 30 menit itu memakan korban, di antaranya 54 jamaah Indonesia, 36 jamaah Pakistan, dan 13 jamaah Mesir.

“Saya abadikan situasi itu dengan handycam. Kejadian itu diliput semua. Bila pengawal mendekat, terpaksa kamera saya sembunyikan di balik baju,” ungkap pensiunan kameraman televisi ini.

Ibadah Haji

Haji (Bahasa Arab: حج‎, Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.


Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. 

Latar belakang ibadah haji

Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. [2] Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.

Jenis ibadah haji
Ritual haji, rukun Islam yang terakhir.

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.

Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.

Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.

* Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

* Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

* Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.


Kegiatan ibadah haji


Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:

* Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.

* 8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.

* 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.

* 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).

* 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

* 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

* Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More